Klasifikasi anak berkesulitan belajar spesifik
Untuk menentukan klasifikasi anak berkesulitan belajar bukan merupakan
pekerjaan mudah. Hal ini disebabkan kelainan pada anak-anak berkesulitan
belajar sangat heterogen , tidak seperti halnya pada jenis –jenis kelainan lain
misalnya tuna netra , tunarungu, tunagrahita dan sebagainya yang dapat dibuat
kriteria berat, sedang dan ringan berdasarkan hasil pengukuran yang telah
ditetapkan dan adanya sifat homogen. Tetapi padaa kesulitan belajar tidak dapat
diklasifikasikan seperti tersebut diatas.
Diagram Klasifikasi berkesulitan belajar spesifik
1. Kesulitan belajar perkembangan (development learning
disability) yang meliputi gangguan sensory motor, gangguan perseptual
,kesulitan belajar bahasa dan komunikasi , serta kesulitan belajar dalam
penyesuain perilaku sosial.
a.
Gangguan
persepsi- gangguan sensori motor
Gangguan
perseptual motor yaitu adanya gangguan dari berbagai saluran persepsi dengan
aktifitas motorik. Dalam proses belajar berbagai saluran persepsi terintegrasi
satu sama lain dan terkait dengan aktivitas motorik. Pada gangguan perseptual yang perlu disadari
adalah adanya sistem peseptual bermuatan lebih yaitu dengan adanya informasi
yang masuk melalui saluran persepsi tertentu akan terganggu oleh adanya
informaasi lain yang tersalurkan melalui saluran persepsi yang lain, hal ini
terlihat jelas pada anak yang mengalami gangguan konsentrasi. Ada satu lagi
sifat yang menghindari over loading yaitu anak hanya memperhatikan satu stimuli
saja melalui satu saluran persepsi dan mengabaikan stimuli dari saluran lain.
b.
Hiperaktif
Dengan adanya
disfungsi pada susunan syaraf pusatnya, maka ada kemungkinan anak-anak
mengalami hiperaktif-neurologikk, yang mana dimanifestasikan dengan sulit
konsentrasi banyak bergerak dan tidak terkontrol.
c.
Gangguan
bahasa
Anak dengan
gangguan perkembangan belajar akan mengalami gangguan kebahasaan karena adanya
disfungsi syaraf pusatnya.
d.
Gangguan
sosialisasi
Anak yang
mengalami ganggun bahasa tentu akan mengalami gangguan sosialisasi karena tidak
mampu berkomunikasi baik dengan orang lain dan juga karena
toindakan-tindakannya yang kadang tidak terkontrol.
2. Kesulitan belajar akademik (academic learning disability)
merupakan kegagalan seseorang dalam mencapai prestasi akademik yang sesuai
dengan potensinya, kesulitan ini dimanfestasikan dalam sejumlah mata pelajaran
yang ada di sekolah. Seperti membaca, menulis, dan/atau matematika.
a)
Kesulitan
membaca
Kesulitan ini
juga dikenal dengan disleksia. Kemampuan
membaca merupakan dasar untuk menguasai berbagai bidang studi. Sehingga apabila
anak mengalami kesulitan dalam membaca maka akan dipastikan hampir semua mata
pelajaran akan memperoleh prestasi belajar yang buruk. Sedangkan omisi ,
subtitusi, distorsi maupun loncat/skip dalammembaca yaitu ada sebagian bacaan
baik huruf, suku kata, kata maupun frase yang diloncati seakan-akan tidak
terlihat.
b)
Kesulitan
menulis
Kemampuan
menulis sangat dibutuhkan untuk keperluan mencatat maupun mengerjakan
tugas-tugas sekolah. Pada gangguan menulis dipengaruhi faktor motorik yang
belum matang, sehingga tulisan tidak jelas, terlalu keras dalam menekan alat
tulis, tulisan terputus-putus,tulisan naik turun, tidak lurus mengikuti garis.
c)
Kesulitan
belajar matematika
Kesulitan belajar
matematika juga dikenal dengan istilah diskalkulia
, yang menggambarkan adanya gangguan pada syaraf pusat.
Komentar
Posting Komentar